Nabi Muhammad adalah Kalki Awatara??
OM Swastyastu
OM Awighnam astu Namo Sidham
OM Sidhirastu Tad Astu Swaha
Gagasan ini mulai muncul oleh pendapat Profesor Vedaprakash Upadhyay adalah salah seorang dosen dan peneliti pada Universitas Allahabad yang menerbitkan bukunya yang berjudul "Kalki Avtar." Dalam buku yang menurutnya
adalah hasil penelitian selama bertahun-tahun itu. Setelah mempelajari Bhagavata Purana, Wisnu Purana, dan membandingkan dengan Hadist Nabi Muhammad, ia sampai pada kesimpulan yang menghebohkan itu.
Menurutnya, penantian umat Hindu terhadap Kalki awatara harus segera diakhiri, karena akan sia-sia belaka. Sebab, tokoh yang dinantikan umat Hindu itu, sebenarnya telah hadir di dunia mi sejak 1400 tahun yang lalu. Dialah Nabi Muhammad. Semua uraian tentang ramalan munculnya Kalki dalam Bhagavata Purana, Wisnu Purana, dan kitab-kitab lainnya, telah terpenuhi dalam kemunculan Nabi Muhammad SAW. Bukankah Nabi Muhammad juga diramalkan dalam Atharva Weda, salah satu kitab tertua Hindu?
Vedaprakash meminta pendapat delapan pandit (brahmana terpelajar) lainnya tentang apa yang diyakininya, dan mereka semua sepakat bahwa Nabi Muhammad adalah awatara yang sedang dinantikan kehadirannya oleh umat Hindu di seluruh dunia itu. Publikasi mereka sempat membuat gerah suasana India pada waktu itu, dan menimbulkan ketegangan antara kedua agama. Situs-situs Islam di Internet mempublikasikan secara luas hasil temuan Vedaprakash dan teman-temannya itu.
According to Hindu belief and their boly books, the
description of the guide and the leader, named kalki avatar, fits that of
propbet Mubammad (so.a.w) of Arabia. So the Hindus of the whole
world
should look into this new information not wait any longer
for the arrival of kalki avatar (the spirit) as he already arrived 1400
years ago. The author produces following sound evidences from the Vedas and
other holy books of Hindu religion in support of his claim.
(http://islamicweb.com/beliefs/comparative/scriptures.htm)
Bagaimana kebenaran klaim itu? Benarkah Nabi Muhammad sebenarnya adalah Kalki awatara yang selama ini ditunggu-tunggu kemunculannya oleh umat Hindu? Mari kita coba mengkajinya. Prediksi atau ramalan kemunculan awatara Sri Wishnu dalam bentuk Kalki, dapat kita jumpai dalam beberapa kitab : Bhagavata Purana, Wishnu Purana, Padma Purana dan Agni Purana. Paling tidak, ada 3 sloka
Bhagavata Purana yang menguraikan tentang ciri-ciri dan misi kemunculan Kalki. Dalam Bhagavata Purana ramalan kemuncuan Kalki awatara diuraikan setelah paparan tentang ramalan kemunculan Sang Buddha. Salah satunya adalah bahwa Kalki akan muncul pada akhir jaman Kali, yaitu masa
menjelang pergantian antara Kali Yuga dan Satya Yuga. Nama "Kalki" memang disebutkan secara langsung dalam
sloka itu.
Kalau ada yang mengklaim bahwa Kalki tidak lain adalah Nabi Muhammad, itu karena dalam Bhagavata Purana Kalki juga diramalkan akan menghunus pedang, menunggang kuda berwarna putih, dan membinasakan orang-orang biadab yang sudah sangat merosot. Persamaannya, Nabi Muhammad juea lebih banyak menggunakan pedang dalam menyebarkan ajaran Islam pada masa itu. Nabi Muhammad harus menggunakan cara itu, karena memang yang dihadapi adalah suku-suku Arab yang tidak bisa lagi diajarkan agama secara damai. Nabi Muhammad dikatakan menunggang bouraq
ketika melakukan perjalanan Isro Miroj, tapi kita tidak tahu pasti, apakah bouroq adalah kuda putih, atau jenis kendaraan surgawi lainnya.
Vedaprakash mengatakan bahwa ayah Kalki bernama "Vishnubhagat", yang kalau diruntut dalam bahasa
Arab akan sama artinya dengan "Abdullah", namna ayah Nabi Muhammad. Vishnubhagat (Sanskerta) artinya hamba atau penyembah Wisnu, sedangkan Abdullah (Arab) artinya hamba
Allah. Begitu pula dengan nama ibu Kalki adalah
"Sumaani" (Sanskerta), yang dalam bahasa Arab akan sama artinya dengan kata "Aminah", nama ibu Nabi Muhammad. Tetapi, ada
kelemahan dalam argumentasi itu. Kalau Vishnubhagat dikatakan sama dengan Abdullah, itu sama artinya dengan mengatakan bahwa Wisnu = Allah. Apakah umat Islam tidak keberatan menerima persamaan itu? Apakah umat Islam akan menerima kalau nabi mereka adalah penjelmaan Wisnu, yang sering dipuja dalam wujud arca oleh umat Hindu? Rasa- rasanya tidak mungkin!
Lagi pula Kalki awatara tidak setara dengan Nabi Muhammad. Kalki adalah awatara Wisnu, yang telah menjelma sembilan kali sebelumnya, sedangkan Nabi Muhammad adalah manusia biasa yang kemudian diangkat menjadi nabi dan rasul oleh Allah.
Ketidaktepatan lain klaim bahwa Nabi Muhammad adalah Kalki awatar, terletak pada kapan waktu kemunculan kedua tokoh itu. Dari kitab-kitab Weda, kita tahu bahwa
jaman Kali atau Kali Yuga mulai sejak Sri Krishna mengakhiri lila atau kegiatan rohani di bumi ini, pada tahun 3102 Sebelum Masehi. Menurut Bhaktivedanta Swami, Kali Yuga akan berlangsung selama 432.000 tahun. Saat ini, kita
baru memasuki tahun 5107 dari jumlah tahun itu. Angka 5107 itu diperoleh dengan menjumlahkan angka 3102 (mulainya Kali Yuga) dengan angka 2005 (tahun Masehi). Dengan demikian, saat ini kita baru memasuki tahun-tahun awal Kali Yuga. Masih ada sisa 427.000 tahun lagi, sebelum Kali Yuga berakhir.
Dalam Al-Qur'an Nabi Muhammad disebut sebagai nabi terakhir yang diutus kepada manusia. Sedangkan Kalki awatara bukanlah awatara terakhir, karena nantinya, setelah
peleburan
alam semesta yang sekarang, dan datangnya jaman baru, masih akan ada awatara-awatara lainnya. Nabi Muhammad lahir di kota Madinah, sedangkan Kalki akan terlahir di desa Sambala.
Kalki dijadwalkan akan turun atau menjelma pada akhir Kali Yuga, menjelang pergantian dengan zaman Satya Yuga. Scdangkan Nabi Muhammad lahir pada tanggal 29 Agustus 570 Maschi, atau sekitar tahun 3672 Kali. Angka itu yang membuat Nabi Muhammad tidak dapat kita terima sebagai
Kali awatara. Karena, ramalan dalam Weda tidak pernah salah. Bhagavata Purana meramalkan kemunculan Buddha pada awal Kali Yuga, dan memang Sang Buddha lahir pada uhun 623 SM, yang memang tahun-tahun awal Kali Yuga. Bhagavata Purana menyebutkan bahwa Kali Yuga akan berlangung selama 432.000 tahun baru kemudian akan terjadi
pralaya (kiamat). Sehingga kalau ada orang yang meramalkan bahwa dunia akan kiamat pada tanggal 9-9-1999, misalnya kita tidak perlu kuatir, karena ramalan itu tidak sesuai
dengan yang ada dalam Weda. Dan terbukti dunia belum kiamar hìngga saat ini, bukan??
Jadi, janganlah kita dibingungkan oleh ajakan orang yang mengklaim Nabi Muhammad adalah Kalki, dan menyerukan agar orang Hindu beralih agama Islam dan memuja Nabi Muhammad itu. Lalu, kalau Nabi Muhammad toh diramalkan dalam Weda, apakah salah kalau kemudian kita menghormati
beliau? Tidak salah, kita memang harus menaruh hormat kepada siapapun yang telah mengajarkan kita untuk kembali mendekatkan diri kepada Tuhan. Tidak peduli, dari
"agama" apapun ia berasal.
Kita dapat memetik pelajaran dari adanya klaim bahwa Kalki Awatara adalah Nabi Muhammad ini. Kalau Professor Haq dan Profesor Vedprakash sampai menulis buku-buku kontroversial tersebut, hal itu menunjukkan bahwa Weda memang bersifat universal. Weda tidak hanya berisi ajaran
yang sektarian atau untuk segolongan manusia saja. Bukti bahwa Weda tidak sekedar berisi dongeng dan mitos. Bukti bahwa Weda adalah yang tertua dan terlengkap. Banggalah menjadi Hindu!
Om shanti, shanti, shanti om
Satyam Eva Jayate
"Jaya"
Sumber : Suryanto. 2006. Hindu Dibalik Tuduhan dan Prasangka. Narayana smrti press.Yogyakarta.

terima kasih atas infonya
ReplyDelete